Pelan… pelan…. pelan…
Kau mampu……….
Yakinlah…….
Menahan perih……..
Kau masih mampu…..
Aku disini….
Ulurkan tanganmu….
Sesekali sinar bintang berkedip
Larutlah gulita malam waktu itu
Bukan mentari yang tenggelam
Tapi bulan tenang yang menggenang
Apakah kau merasakannya
Dapatkah kau merasakannya
Lagu rindu dari dedaunan
Yang bergema sepanjang petang
Taukah rindu itu?
Rindu senyum dari hati
Yang lama tak
terpandang
Dari sudut cahaya angkasa
Pilar Rindu
Pilar pilar ini rapuh tanpamu
Sepi dingin tanpa dirimu
Melangkah saja aku enggan
Menunggu disudut padahal cuma 5 menit
Rinduku padamu menyiksaku saat ini
Dikeramaian para surgawi bahkan
Sambutku senyum pasti diawal melihatmu
Melihat wajah indah cerah hariku kini
Puisi kerinduan ini bukan hanya sekedar tulisan
Lebih tepatnya memaknai seribu hati yang jemu
Jemuku diatas kesendirian
Jujur ku rindu kau datang sayang
Panggilan mereka TAK KUDENGAR
HANYA JAJARAN HATIKU YANG MENUNGGUMU
Menunggu saat ramai tiba
Tepat dihadapanku mentariku
Aku termenung ditengah gelapnya malam
Dibawah cahaya rembulan aku terdiam
Gemerincing hujan nyanyikan lagu rindu
Smilir angin hembuskan kenangan
Goreskan luka yg tak kan pernah sirna
Aku disini bertemankan sunyi yg tak jua pergi
Aku tak prnah tau arti sunyi saat kau disampingku
Aku tak pernah mengerti sakitnya luka saat kita masih bersama
Setelah dirimu jauh, barulah aku sadar
bahwa kaulah arti hidupku
Bahwa kamulah pngobat luka
Tanpamu aq tak brarti karna kamu yg beri arti.