Kamis, 23 Mei 2013 − 20:40 WIB
Ilustrasi (Dok Istimewa)
Detik-World.blogspot.com - Maridjo (58) alias
Klewang, kini menjadi pergunjingan publik seantero nusantara. Sosoknya
kini dikenal banyak orang, bak artis yang sedang naik daun.
Namun
ironinya, Klewang dikenal bukan karena prestasi atau hal positif yang
dilakukannya. Ia terkenal berkat dosa-dosa 'hitam'-nya di jagat dunia
kriminal. Lalu siapakah Klewang?. Berikut fakta-fakta tentang dirinya.
Klewang
ternyata besar di Jawa Barat. Dia mengaku sebagai anggota XTC Bandung.
Namun karena merasa tak memiliki nama besar di Bandung,
Klewang pilih hijrah dari Jabar ke Pekanbaru.
"Klewang
memilih hijrah ke Pekanbaru karena dia tak pernah dianggap atau
diperhitungkan di wilayah Jabar. Makanya kemudian dia memilih berkarir
di wilayah Pekanbaru dengan membentuk komplotan baru," jelas Kapolda
Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya, Senin (20/5).
Meski
begitu, Anis menyebut jika Klewang tak pernah memiliki catatan hitam
kriminal di Jawa Barat. Hal itupun membantah pernyataan Kapolresta
Pekanbaru Kombes Adang Ginanjar yang menyebut Klewang sebelumnya pernah
juga terlibat aksi kejahatan serupa di Jawa Barat.
"Pada usia 17
tahun Klewang terpaksa berurusan dengan polisi karena terlibat kasus
pencurian di daerah Bandung. Klewangpun dihukum 7 bulan penjara," jelas
Kapolresta Pekanbaru Kombes Adang Ginanjar, Rabu (15/5/2013).
Menurut cerita Adang Ginanjar, setelah berada di Pekanbaru, Klewang ternyata memiliki pengikut setia. Tak tanggung-tanggung,
'Jenderal' geng motor Klewang, memiliki 500 anak buah. Dia pun memiliki enam Panglima yang mewakilinya disetiap wilayah-wilayah kekuasaannya.
Pria yang sudah memiliki enam anak itu, ternyata juga dikenal 'rakus seks'.
Klewang bahkan selalu "cicipi" anggota geng perempuan-nya. Dijelaskan Adang, bahwa wanita yang ingin masuk XTC harus mau dicicipi Klewang (59).
"Yang
disetubuhi ada dari geng wanita dari kalangan pelajar ada pula yang
dari wanita yang memang 'nakal'," jelas Adang Ginanjar.
Tidak
hanya Klewang saja yang menikmati hubungan intim dari anggota geng motor
wanita, tetapi orang dekatnya yang disebut Panglima juga ikut
menyetubuhi para geng motor putri. Namun itu setelah Klewang puas
mengeluarkan hasrat seksnya.
"Selain itu, Klewang juga terlibat
kasus pemerkosaan. Dimana saat itu korban dan pacarnya sedang berada di
Stadion Utama Riau. Korbannya diperkosa sementara pacarnya disuruh
pulang," tukasnya.
Klewang juga memiliki senjata ampuh untuk melancarkan aksi kriminalnya.
Bak Tentara, geng motor binaan Klewang terlatih.
Untuk
masuk manjadi geng motor XTC binaan Klewang, setiap anggota harus
dilatih keras ketahanan fisik. Untuk mengetahui siapa yang kuat antar
mereka harus berkelahi.
Para geng motor ini 'ditempa' fisik oleh
geng Klewang di kawasan Stadion Utama Riau. Layaknya para latihan
tentara, mereka harus push up,stand up, lari dan berkelahi.
"Dari
jumlah geng motor dibawah kendali Klewang ada sekitar 300 orang.
Sedangkan yang terlatih ada 50 orang. Yang 50 orang inilah yang menjadi
pasukan inti Klewang. Mereka kerap melakukan kejahatan. Dan setiap
mereka beraksi, dipimpin oleh sejumlah panglima atau tangan kanan
Klewang," jelas Adang.
Maka itu, tak salah jika Klewang bersama
pasukan terlatihnya pernah melakukan brutal yang tak pernah dipikirkan
geng motor lain pada umumnya.
Klewang pernah komandoi 500 anggotanya serang kantor polisi.
Bersama
pasukannya, Klewang, melakukan penyerangan ke sejumlah titik kantor
polisi dan sejumlah pos polisi lalu lintas. Aksi nekat mereka
dilatarbelakangi penangkapan Bambang oleh Polresta Pekanbaru, yang tak
lain merupakan adik kandung Klewang.
Hidup Klewang juga terasa
semakin sempurna karena setiap bulan dia mendapatkan gaji Rp6 juta. Uang
itu berasal dari uang iuran para anggota yang dikutip Rp5 ribu
peranggota dalam setiap minggunya.
Namun kini petualangan pria
berbadan tegap bermuka angker itu sudah berakhir setelah polisi
menangkap di kawasan Stadion Utama Riau bersama sejumlah anak buahnya.
Kini pria dengan tinggi sekira 155 centimeter ini harus
mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Meski begitu,
Klewang tak pernah mengakui perbuatannya.
Klewang, membantah keras dirinya dituduhkan Polisi sebagai pelaku
pemerkosa dan aktor intelektual dari berbagai aksi kejahatan di
wilayahnya.
"Saya tidak melakukan kejahatan Pak, Saya tidak
memperkosa," kata Klewang dengan suara yang tak jelas karena mulutnya
yang lebam, Kamis (16/5).
Meskipun begitu, Pria kelahiran Brebes
itu tak membantah jika disebutkan mempunyai banyak anggota yang
dibinanya. Jumlah anggotanya sendiri kata Klewang memang banyak.
"Ada ratusan anggota, tapi tidak pernah berbuat jahat," elak Klewang.